Sabtu, 13 Agustus 2011

Cerita Anak: Bolaku yang Hilang

Bolaku yang Hilang
Oleh: Shalman Al Farisy
(Siswa SD 020267 Kota Binjai)

Pada suatu hari bolaku hilang aku menuduh temanku yang mencurinya padahal aku sendiri yang menaruhnya. Aku sangat malu ketika mengatakan bolaku di samping rumahku. Pada saat itu aku bermain bola di halaman rumahku. Setelah main aku istirahat dulu. Kemudian langsung  kubawa ke rumah temanku bernama Luki. Luki adalah teman baikku yang selalu menemaniku. Dan aku bermain dengan si Luki, Bang Joko, Bang Napi , dan Bang Akin  selama 2 jam setelah itu aku pulang sebentar untuk mandi.. Selesai mandi  aku terkejut melihat bolaku tidak ada di plastik dan aku pun menuduh si Luki yang mencurinya.
“Kau yang mengambil bolaku ya, Luk?”Aku bertanya kepada Luki.
“Nggak ada ah...”, kata Luki sambil merengut.
“Buktinya nggak ada di plastiknya?”
“Apanya abang ini nggak ada kok!” kata Luki sambil marah.
“Kau bohong ni..”, kataku lagi.
“Betul Bang, aku nggak ada nyuri”. Luki semakin marah padaku.
Aku pun semakin bingung. Aku tidak tahu kemana lagi akan kucari bolaku ini. Aku sudah bertanya kepada Luki. Dan aku bertanya kepada Bang Joko. Bang Joko adalah abangnya Luki. Kulitnya agak item dan dia kadang kadang baik kadang kadang juga suka isengin orang.
“Bang, Abang nampak bolaku?” tanyaku pula.
“Nggak,  kenapa rupanya?”.
“Gini, aku kan semalam pulang ke rumah untuk mandi. Selesai aku mandi bolaku tidak ada di plastik lagi!” bilangku pulak.
  “Nggak nampak!” kata bang Joko.
Aku pun semakin bingung. Sudah kutanya pada Luki dan Bang Joko tetapi mereka

tidak tahu.  Bagaimana ni ya? Kemana lagi harus kucari bolaku lagi ya?
Dan aku bertanya kepada bang Napi. Bang Napi adalah temanku. Dia gendut dan item
dia suka sekali jailin orang dan pembohong. Dan aku pun bertanya.
“Bang Nap, Abang nampak bolaku”
“Tidak” kata bang Napi
“Yang betul lah Bang”
“Betul,  kau ni nggak percaya”
“Nggak abangkan tukang bohong”
“Aku masih belum percaya” kataku pula dengan marah.
“O.....coba tanya Bang Akin”.
“Ya udah” bilangku pulak.
   Bang Akin adalah temanku juga dia gendut item dan tukang bohong.
“Bang Akin, Abang nampak bolaku”
“Nggak, rupanya bolamu hilang”
“Ya, bolaku hilang”
“Betul Abang nggak ngambil”
“Nggak ada,  kau ni gak percaya kali” bilang Bang Akin.
“Memang nggak, Abangkan tukang bohong”
“Ya udah kalau kau nggak percaya bagusan kau pulang ajalah Ais”
Dan aku pulang dengan wajah merengut.
Manalah bolaku sudah kucari dan kutanya teman temanku tetapi tidak ada juga. Aku pun semakin bingung. Dan aku pulang untuk makan. Setelah itu aku tidur untuk menenangkan diriku ini. Dan aku bermimpi bolaku hilang di dekat sungai. Dan tak lama kemudian aku terbangun dan mengingat darimana bolaku itu. Saat itu aku ulang tahun ke 11dan ibu dan ayahku memberi hadiah bola baru aku sangat gembira dan aku sering memainkan bolaku di lapangan dan aku selalu menyimpan bolaku di gudang.
Aku tidak pernah sebingung ini dan aku tidak pernah main ke lapangan dekat rumah Luki  lagi sejak bolaku hilang.
Dua hari sudah berlalu bolaku belum ketemu juga aku merengut saja. Aku pun sedih
karena  bolaku  belum  ketemu   juga.   Aku   tak  bisa menahan air mataku lagi sudah kucari
kemana mana tidak ketemu juga. Aku  sangat  marah pada Luki, Bang Joko, Bang Napi, dan
Bang Yakin.   Pasti  mereka  yang  mengambil bolaku,   pasti   mereka  bohong padaku. Aku
putuskan tidak akan bermain dengan Luki, Bang Joko, Bang Napi, dan Bang Yakin.
Sekarang aku tak pernah main ke sana lagi dan aku berdiam diri di rumah. Tetapi selagi aku dirumah mereka selalu  datang kerumah aku tidak membuka pintu rumah.
Dan Mamak aku bertanya kepada aku,
“Ais, Kau kenapa?” tanya Mamak.
“Nggak apa-apa, Mak!”
“Tapi wajahmu kok merengut terus?”
“Kawan-kawanmu datang ke sini nggak pernah kau bukai pintu!”
“Nggak apa-apa kok Mak”
Dan aku langsung ke dalam kamarku aku heran kemana bolaku. Dan sudah 3 hari aku nggak main main lagi. Dan aku mengingat-ngingat lagi dimana aku menaruh bolaku. Dan aku ingat bolaku hilang saat aku lagi mandi, jadi bolaku hilang di sekitar rumahku. Tiba-tiba Mak ku memanggil.
“Ais.... ini bola siapa?”
“Mana mak?” heranku pulak
“Ini bola siapa?” tanya Makku lagi
“Ini kan bola Ais?” aku heran dan senang.
“Sudah 4 hari bolaku hilang, rupanya di sini!”
“Makasi ya Mak, Mamak menemukan bolaku!”
“Dah ajak kawan main-main sana!”
Aku teringat pernah memfitnah kawan kawanku yang mencurinya dan rupanya aku yang menaruh bolaku sembarangan. Dan aku segera meminta maaf pada teman-temanku dan mengajak mereka bermain bola. Sebenarnya aku agak malu tetapi inilah akibat memfitnah orang yang tidak bersalah.
“Luki maaf ya aku sudah menuduh Kau”   
“Ya, udah makanya jangan menuduh orang dulu” kata Luki.
“Ya, udah ayo kita main bola lagi!” kata Luki
“Ya, ayo!” kubilang
Dan kamipun bersahabat lagi, kami sering bermain bersama-sama lagi. Kami juga mengajak Bang Joko, Bang Napi, dan Bang Yakin. Hatiku jadi riang gembira sudah tidak sendirian lagi, aku sudah punya teman lagi.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar